Langsung ke konten utama

Luka!

Akhirnya ku sadar. cinta memang tak berpihak ada kita.
Ku ralat! bukan kita! Cinta hanya tak ingin berada di pihakmu.
Dia hanya bersemayam disini. di benakku.
Dia tak pernah bisa menyeberang ke hatimu.
Jangankan untuk menetap, sekedar singgah pun tak kau izinkan.
Terlalu naifkah jika ku bilang ini cinta?
Cinta harusnya dirasakan dua belah pihak, bukan satu arah seperti ini.
Ini bukan cinta! Ini murni luka!
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pikirku Keliru

Ku pikir akhirku kamu. Ternyata tak lebih dari seorang penipu. Ku pikir akhirku kamu. Ternyata cuma seorang pemberi harap palsu. Tak mampu otakku mencerna, bagaimana bisa dengan teganya kamu meluka. Menyingkirkanku seakan hama. Lalu tiba-tiba datang menggugah rasa. Lalu pergi lagi sesukanya. Tak lagi tahu aku bagaimana harusnya. Mendendam atau biasa saja ? Ku doakan kamu sadar, bahwa karma itu ada . Sakitku yang sangat tidak biasa, ku doakan nanti kamu juga merasa .

Aku (dan perasaanku)

Aku mencintai kamu. Dengan sungguh dan seluruh. Aku menginginkan kamu. Utuh dan penuh. Tapi kenapa sepertinya hanya aku yang ingin? Kenapa sepertinya hanya aku yang berusaha bertahan dan ingin tetap mengusahakan? Apa hanya aku (dan perasaanku) yang tersisa? Aku merindukan kamu yang dulu memberi semangat dan menguatkan. Aku merindukan kamu yang dulu memelukku erat saat aku merasa sekarat. Aku merindukan kamu yang dulu mengusahakan apapun, agar aku dan kita baik. Sudahkah kamu lelah? Sudahkah kamu berhenti? Lupakah kamu dengan semua impian kita? Atau hanya aku (dan perasaanku) saja yang bermimpi? Aku menunggu kamu kembali.  Pulang.

Perihal Kamu