Langsung ke konten utama

Sunyi dan bunyi

Sunyi..
Itu suvenir kepergianmu yang masih terbungkus lukaku. Perih yang rapi.
Bahkan sejuta melodi sumbang tak sanggup melebur senyapnya.
Sunyi..
Sahabat yang kau paksa agar aku berkarib. Yang mengajari menguntai nada dalam diam. Yang membantuku mengalun melodi dalam sepi.
Setelah lama saling mengisi, kau lagi lagi masuk.
Tawarkan sejuta melodi indah, buatku lupa bagaimana diamnya sunyi.
Ya, kamu bangkitkan lagi nada nada yang pulas tertidur.
Membuatku ikhlas menari di atas hamparan pecahan kaca yang tragisnya ku tabur sendiri.
Ya memang hanya kamu yang bisa.
Dengan mudahnya membuatku berkawan sunyi dan bunyi sekaligus.
Cuma kamu memang.
Yang mampu merangkai nada dalam diam dan berdiam saat sejuta melodiku mengalun.
Ya! Itu kamu! Bunyi dan sunyiku..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pikirku Keliru

Ku pikir akhirku kamu. Ternyata tak lebih dari seorang penipu. Ku pikir akhirku kamu. Ternyata cuma seorang pemberi harap palsu. Tak mampu otakku mencerna, bagaimana bisa dengan teganya kamu meluka. Menyingkirkanku seakan hama. Lalu tiba-tiba datang menggugah rasa. Lalu pergi lagi sesukanya. Tak lagi tahu aku bagaimana harusnya. Mendendam atau biasa saja ? Ku doakan kamu sadar, bahwa karma itu ada . Sakitku yang sangat tidak biasa, ku doakan nanti kamu juga merasa .

Aku (dan perasaanku)

Aku mencintai kamu. Dengan sungguh dan seluruh. Aku menginginkan kamu. Utuh dan penuh. Tapi kenapa sepertinya hanya aku yang ingin? Kenapa sepertinya hanya aku yang berusaha bertahan dan ingin tetap mengusahakan? Apa hanya aku (dan perasaanku) yang tersisa? Aku merindukan kamu yang dulu memberi semangat dan menguatkan. Aku merindukan kamu yang dulu memelukku erat saat aku merasa sekarat. Aku merindukan kamu yang dulu mengusahakan apapun, agar aku dan kita baik. Sudahkah kamu lelah? Sudahkah kamu berhenti? Lupakah kamu dengan semua impian kita? Atau hanya aku (dan perasaanku) saja yang bermimpi? Aku menunggu kamu kembali.  Pulang.

Perihal Kamu