Langsung ke konten utama
Cinta bukanlah sederet alasan yang adalah jawaban dari satu pertanyaan yang dengan manisnya diaminkan lalu beberapa musim selanjutnya terkikis dengan segala metamorfosa dan perubahan.
Cinta juga bukan semata tumpukan harta dan kilauan rupa yang perlahan terlupa saat bumi bertambah usia dan muncul lainnya yang harta dan rupanya lebih juara.
Cintamu haruslah selayaknya engkau bercermin. Apa yang menjadi keresahanmu tertutup sempurna saat ia di depan mata.
Ia akan memandang dunia sepertimu, tanpa jeda dan beda. karena berdua nyaris serupa.
Karena cinta yang se-sejatinya cinta adalah yang tetap merengkuh meski penuh peluh.
Yang tetap menopang agar lutut tak tertekuk karena kalut dalam kalut.
Karena cinta harusnya menerima adanya dan bersama untuk menguatkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pikirku Keliru

Ku pikir akhirku kamu. Ternyata tak lebih dari seorang penipu. Ku pikir akhirku kamu. Ternyata cuma seorang pemberi harap palsu. Tak mampu otakku mencerna, bagaimana bisa dengan teganya kamu meluka. Menyingkirkanku seakan hama. Lalu tiba-tiba datang menggugah rasa. Lalu pergi lagi sesukanya. Tak lagi tahu aku bagaimana harusnya. Mendendam atau biasa saja ? Ku doakan kamu sadar, bahwa karma itu ada . Sakitku yang sangat tidak biasa, ku doakan nanti kamu juga merasa .

Aku (dan perasaanku)

Aku mencintai kamu. Dengan sungguh dan seluruh. Aku menginginkan kamu. Utuh dan penuh. Tapi kenapa sepertinya hanya aku yang ingin? Kenapa sepertinya hanya aku yang berusaha bertahan dan ingin tetap mengusahakan? Apa hanya aku (dan perasaanku) yang tersisa? Aku merindukan kamu yang dulu memberi semangat dan menguatkan. Aku merindukan kamu yang dulu memelukku erat saat aku merasa sekarat. Aku merindukan kamu yang dulu mengusahakan apapun, agar aku dan kita baik. Sudahkah kamu lelah? Sudahkah kamu berhenti? Lupakah kamu dengan semua impian kita? Atau hanya aku (dan perasaanku) saja yang bermimpi? Aku menunggu kamu kembali.  Pulang.

Perihal Kamu